Senin, 21 Januari 2013

Dolor sit amet babe

Dijaman era globalisasi ini memang sudah banyak perubahan yang sangat signifikan, dari tata busana, teknologi, informasi yang semakin canggih dan masih banyak lagi, terutama di dunia permusikan. mungkin musik-musik yang terdahulu oroginil membuktikan bahwa ini gaya gue genre gue dan gue ngejual suara dan musik asli style gue, gue banget gitu loh. Tapi di musik yang sekarang ini gua kurang begitu minat, kurang gereget. Karena ada beberapa band atau lebih tepatnya suara vokal yang nyanyi nya terdiri dari beberap orang. kenapa gua kaga begitu minat, karena kalo menurut gua pribadi mereka itu sekumpulan suara-suaran vokal yang seperti kaleng rombeng dan bergaya ala *****. bahkan ada yang di cap plagiat, sungguh memalukan. dan yang bikin gua kaga minat, sepertinya mereka hanya menjual style kostum atau hanya keseksiannya saja. bukannya gua sok munafik kalo ngeliat yang seksi-seksi, no problem ko, yang ada malah bersukur bisa ngeliat tubuh molek kaya gitu. tapi yang gua butuhin dalam musik itu kualitas dari segi vokal, gaya asli bukan karena dibuat-buat bro apalagi sampe di cap plagiat, untuk kuantitas bagi gue itu nomor kedua.

gua update begini bukan berarti gua benci apalagi sampe mendiskriminasi, tapi saat ini pecinta musik yang emang bener-bener penikmat musik membutuhkan karya-karya asli bawha itu adalah diri lo gaya lo bukan gaya orang laen yang lo ikut-ikutin. kalo demi untuk terlihat sempurna yah mungkin ini saran terbaik dari gua. bukannya gua sok ngajarin, tapi itu semua terserah dari lo sendiri,

nyambung nggak nyambung yah di sambung-sambungin

11 komentar:

  1. Si somet jualan kampret

    BalasHapus
  2. Si ompong jualan kadongdong

    BalasHapus
  3. <!--Page Navigation Starts-->
    <b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
    <b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
    <script type='text/javascript'>
    var pageCount=5;
    var displayPageNum=5;
    var upPageWord =&#39;Previous&#39;;
    var downPageWord =&#39;Next&#39;;
    </script>
    <script src='http://bloggergadgets.googlecode.com/files/blogger_pagenavi_min.js' type='text/javascript'/>
    </b:if> </b:if>
    <!--Page Navigation Ends -->

    BalasHapus
  4. Nyien dei
    .comment-actions a {background:#999;color:#fff;padding:2px 5px;margin-right:10px;font:10px sans-serif;
    border-radius:3px;
    -moz-border-radius:3px;
    -webkit-border-radius:3px;
    transition:.2s linear;
    -moz-transition:.2s linear;
    -webkit-transition:.2s linear;}

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada awalnya Saya juga merasa bingung dengan cara kerja fitur baru Blogger ini, sampai Saya mencoba membandingkan sebagian script di blog Saya dengan salah satu script yang sudah berhasil diimplementasikan oleh sebuah blog yang Saya kunjungi:

      Hapus
    2. Fungsi sederhana untuk mencegah hadirnya tautan aktif dalam daftar komentar. Cara kerjanya sederhana: JavaScript akan menyeleksi sebuah elemen induk dengan ID tertentu (dalam hal ini:

      Hapus


    3. Nyien dei
      .comment-actions a {background:#999;color:#fff;padding:2px 5px;margin-right:10px;font:10px sans-serif;
      border-radius:3px;
      -moz-border-radius:3px;
      -webkit-border-radius:3px;
      transition:.2s linear;
      -moz-transition:.2s linear;
      -webkit-transition:.2s linear;}

      Hapus
  5. http://2.bp.blogspot.com/-0mWPzWGjF9M/ThwT8x7QbRI/AAAAAAAAFdY/O6Hudlvtc40/s800/jQuery_Google_API_Loader.jpg

    BalasHapus
  6. Nyien dei
    .comment-actions a {background:#999;color:#fff;padding:2px 5px;margin-right:10px;font:10px sans-serif;
    border-radius:3px;
    -moz-border-radius:3px;
    -webkit-border-radius:3px;
    transition:.2s linear;
    -moz-transition:.2s linear;
    -webkit-transition:.2s linear;}

    BalasHapus

Convert kode terlebih dahulu bila komentar anda mengandung kode HTML/JScript pada tombol di bawah ini